Opini Part 5 - Wahai Perempuan, Jangan Paksa Orangtua Untuk Mempercantik Wajahmu

Sumber Gambar : Herta Widyaningsih


Setiap perempuan ingin terlihat cantik. Itu wajar dan sudah jadi lumrah perempuan. Katanya untuk cantik butuh modal. Jika ada uang, cantik akan menjelma pada wajah seorang perempuan. Wanita yang biasa saja bisa cantik jika ada uang. Menurut saya, hal tersebut ada benarnya. Untuk terlihat cantik, seorang wanita memang membutuhkan modal. Besar atau kecilnya modal alias uang yang dibutuhkan, tergantung dari cara yang dilakukan oleh setiap individu tersebut untuk terlihat cantik. Tentu, cantik yang dimaksud adalah cantik secara fisik.

Pertama, jika cara yang dilakukan melalui operasi atau treatment tertentu, jumlah uang yang dibutuhkan cukup besar bahkan fantastis, namun hasil yang diperoleh akan terlihat dalam waktu cukup singkat dan tentu ada efek sampingnya.

Kedua, jika cara yang dilakukan melalui perawatan alami yaitu menggunakan bahan-bahan herbal atau tradisional dan perawatan ala rumahan yang menggunakan produk kecantikan tertentu. Cara ini cenderung lama untuk menikmati hasilnya tetapi jumlah uang yang dibutuhkan lebih sedikit bahkan sangat jauh selisihnya dengan cara pertama.

Well, cara satu atau dua yang kalian pilih, itu hak kalian. Selama uang yang kalian gunakan tidak mencuri hak orang lain dan selama tujuan kalian tidak menyimpang, silahkan saja. Akan tetapi, ada satu hal yang ingin saya tekankan. Bagi wanita karir yang sudah berpenghasilan, mengeluarkan uang untuk perawatan kecantikan bukan merupakan suatu masalah besar bahkan ini sudah menjadi kebutuhan.

Berbeda dengan para remaja yang masih sekolah atau para mahasiswi yang sedang kuliah. Biaya hidup mereka tentunya masih berasal dari orangtua, kecuali yang sudah mempunyai bisnis tertentu, namun biasanya jumlah perempuan berstatus pelajar atau mahasiswi yang sudah berpenghasilan sendiri masih sedikit.

Orangtua adalah yang pertama dituju ketika ingin membeli sesuatu. Ya, disitulah sumber keuangan para pelajar dan mahasiswi. Girls, berpenampilanlah sesuai kemampuan. Jangan memaksa orangtua mengeluarkan uang hanya untuk membeli peralatan/produk kecantikan mu dan melakukan treatment tertentu. Sedih jika melihat seorang anak perempuan dengan mudahnya berkata kepada orangtuanya:

Ma...minta uang mau beli lipstik, bedak dan eyeliner.
Pa...minta uang mau ke salon.

Oke, kalau mama dan papa mu juga stylish dan mengikuti perkembangan zaman serta punya penghasilan di atas rata-rata. Bagi orangtua seperti ini, mungkin kamu minta uang untuk membeli peralatan/produk kecantikan dan perawatan ke salon, bukan suatu masalah. Akan tetapi, lebih baik jika kamu tidak sering seperti itu. Lalu bagaimana jika orangtua mu tidak stylish sama sekali dan berpenghasilan pas-pasan??? Miris sekali jika ada anak yang sering meminta uang untuk keperluan kecantikannya, sedangkan orangtua mereka membanting tulang, mengorbankan waktu istirahat atau bahkan bertaruh nyawa untuk mengais rezeki mendapatkan uang tersebut.

Ketika melihat teman membeli eyeliner bermerek, kamu juga ingin beli. Ketika teman punya peralatan make up, kamu juga ingin punya peralatan make up. Ketika teman perawatan ke salon, kamu juga ingin ke salon. Padahal orangtua mu tak mampu memenuhi keinginan mu. Wajah ibu mu saja tak dipolesi bedak, foundation dan segala macamnya. Bibir ibu mu saja tak diwarnai lisptik, lipcream dan lainnya. Rambut ayah mu saja tak dibasahi pomade. Lalu...tegakah kamu memaksa orangtua untuk membiayai keperluan kecantikan mu?????

Girls, boleh saja kamu membeli segala macam keperluan kecantikan tanpa harus memaksa orangtua. Kamu bisa menabung. Mungkin memang lama tapi kamu tidak menambah beban orangtua. Kamu bisa mencari kerja sampingan. Kerja sampingan ini bisa dilakukan jika kamu memiliki free time. Kamu biasa asah keahlian mu. Kamu bisa menjadi guru les privat, kamu bisa menjadi pelatih tari atau musik, dan lainnya.

Semoga Allah selalu mempermudah jalan kita untuk membahagiakan dan berbakti kepada orangtua dan ingat, kecantikan yang hakiki bukan dilihat dari paras tapi dari perkataan dan perbuatan mu. 

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates