Sumber Gambar : Herta Widyaningsih
Apa
yang Ibu mau, terkadang berbeda dengan keinginanku
Apa
yang Ibu katakan, terkadang tak aku lakukan
Apa
yang Ibu ucapkan, terkadang aku abaikan
Ibu,
dulu aku menganggap Ibu selalu memarahiku
Ibu,
dulu aku menganggap Ibu selalu melarangku
Ibu,
dulu aku menganggap Ibu selalu memaksaku
Ibu,
dulu aku menganggap Ibu tak pernah menyayangiku
Ibu,
dulu aku menganggap Ibu tak pernah memahamiku
Ibu...maafkan
aku karena dulu aku tak mengerti
Ibu...maafkan
aku karena dulu aku tak memahami
Ibu...maafkan
aku karena dulu aku selalu menyakiti
Ibu,
sekarang aku mengerti kenapa dulu Ibu memarahiku
Ibu,
sekarang aku memahami kenapa dulu Ibu menasihatiku
Ternyata
kehidupan ini keras
Ternyata
kehidupan ini kejam
Ibu,
terima kasih atas yang Ibu lakukan dulu
Ibu,
terima kasih atas yang Ibu lakukan sekarang
Ibu, terima kasih atas semua yang telah Ibu lakukan
Ibu...maafkan
aku, selalu membuat air mata mu bercucuran
Ibu...maafkan
aku, belum bisa mengukir senyum bahagia di bibir mu
Ibu...sampai
kapan pun, Ibu adalah alasan terbesarku untuk terus berjuang


Posting Komentar