Sumber Gambar : Herta Widyaningsih
Sexual
harassment
atau pelecehan seksual sering dialami oleh perempuan. Memang tidak bisa
dipungkiri juga pernah dialami oleh laki-laki, namun persentasenya sangat
sedikit dibandingkan sexual harassment
yang dialami oleh perempuan. Comment negatif,
rayuan/gombalan/candaan negatif, sentuhan, bahkan pemerkosaan, sering dialami
oleh perempuan.
Kenapa
harus perempuan yang selalu jadi korban? Karena perempuan itu menarik? Karena
banyak perempuan yang berpakaian seksi? Tapi, kenapa perempuan yang menutup
aurat juga menjadi korban?
Melalui
tulisan ini, saya ingin menanggapi vlog Kak Gita Savitri dan kasus pelecehan
yang dialami Mbak Via Vallen.
Vlog Kak Gita yang berjudul “Yang
Penting Buat Diomongin │Beropini” Episode 26, Kak Gita bercerita bahwa dia
menerima comment negatif di vlog yang
dia upload dan merendahkan perempuan serta menganggap perempuan hanya sebagai “objek”
semata. Lalu, akhir-akhir ini di media massa dipenuhi pemberitaan kasus pelecehan
yang dialami Via Vallen. Mbak Via menerima DM dengan bahasa yang vulgar dan menurut
kabar beredar, DM tersebut dikirim oleh seorang pesepak bola asing yang
berkarir di Indonesia. Mbak Via mengupload DM tersebut dan menimbulkan berbagai
tanggapan dari warganet/netizen tak terkecuali tanggapan negatif. Ada yang
mengatakan itu lebay, itu hanya hal biasa dan sebagainya.
Menurut saya, yang dilakukan Kak Gita
dan Mbak Via untuk speak up ke publik
mengenai masalah yang mereka hadapi adalah tindakan yang patut diacungkan
jempol. Tidak semua perempuan berani untuk speak
up mengenai masalah seperti itu, apalagi yang hanya sekedar comment negatif atau pesan negatif.
Lebih banyak yang memilih untuk mencuekkan hal tersebut. Padahal tanpa
disadari, sikap cuek tersebut malah akan membuka pintu untuk pelecahan yang
lebih serius.
Hampir pada semua kasus pelecehan,
perempuan selalu disalahkan dengan berbagai alasan. Banyak yang mengatakan
karena perempuan pakaiannya seksi dan suka pamer foto seksi di medsos. Oke,
jika seperti itu kondisinya, tindakan perempuan tersebut tidak benar tetapi
bukan berarti laki-laki dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata negatif, kasar,
dan melecehkan. Lalu bagaimana dengan perempuan yang sudah menutup aurat?
Perempuan yang berjilbab syar’i? Perempuan bercadar?
Saya bingung dengan pemikiran banyak
orang. Ketika perempuan seksi menjadi korban pelecehan, yang disalahkan selalu
perempuan. Lalu ketika perempuan menutup aurat bahkan bercadar, malah dikatakan
Islam fanatik bahkan teroris.
Sesuai ajaran agama saya yaitu Islam,
perempuan diwajibkan untuk menutup aurat, namun laki-laki juga diwajibkan
menundukkan pandangan. Banyak perempuan yang sudah berpakaian syar’i pun masih
menjadi korban pelecehan. Saya sangat berharap, ketika perempuan menutup
aurat, seharusnya laki-laki juga menundukkan pandangan. Lalu ketika ada perempuan yang masih berpakaian tak seharusnya, bukan berarti laki-laki dengan seenaknya melecehkan. Bagaimana jika suka sama suka? It's different case.
Saya tidak setuju ketika dalam kasus
pelecehan, perempuan selalu disalahkan. Selalu saja menyalahkan pakaian
perempuan. Lalu, bagaimana dengan kalian wahai laki-laki? Segampang itukah
kalian melontarkan kata-kata negatif yang merendahkan wanita? Semudah itukah
kalian menulis komentar negatif? Apakah kalian tidak punya hati ketika
memperkosa seorang perempuan?
Banyak yang berkata, “Laki-laki mah
emang begitu. Udah hasratnya seperti itu. Itu lumrah.” Hello!!! Pernyataan seperti
itu sama saja mendukung perbuatan hina laki-laki. Lalu jika memang hasrat
laki-laki lebih tinggi dari wanita, apakah patut membenarkan perbuatan hina
itu? Apakah pantas menganggap itu hal biasa dari diri laki-laki? Lalu perempuan
yang selalu salah? Laki-laki emang begitu?
Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak
semuanya baik laki-laki maupun perempuan untuk menjaga perbuatan dan moral.
Untuk perempuan, ayo minimalisir penyebab yang dapat menimbulkan pelecehan.
Mungkin bisa dimulai dari cara berpakaian dan untuk muslimah, kalian pasti tau
ajaran agama Islam. Untuk laki-laki, hormatilah setiap perempuan. Saya yakin,
jika laki-laki itu memang baik, dia tidak akan mencari alasan untuk melakukan
perbuatan hina tersebut meskipun dia bisa saja melakukannya. Saya yakin, masih
banyak laki-laki yang menghormati perempuan dan untuk laki-laki di luar sana
yang selalu menghormati perempuan, saya ucapkan terima kasih banyak dan
tetaplah menjadi laki-laki yang menghormati dan menghargai perempuan karena
kalian dilahirkan dari rahim seorang perempuan.


Posting Komentar