OPINI PART 4 - PULANG

Sumber Gambar : Herta Widyaningsih

Pulang...satu kata yang tak asing di telinga kita. Setiap orang punya tempat dan tujuan ke mana mereka akan pulang. Pulang, momen yang selalu ditunggu oleh para perantau, baik yang bekerja atau yang masih menuntut ilmu. Apalagi ketika perayaan hari besar agama atau libur akhir tahun, pulang adalah sesuatu hal yang sangat ditunggu-tunggu untuk bertemu dengan keluarga. Biasanya kita sebut sebagai mudik. Oke, di sini saya tidak akan membahas mengenai mudik tetapi saya akan membahas mengenai fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan mahasiswa.

Sibuk atau tidaknya seorang mahasiswa, pulang adalah momen yang sangat ditunggu. Hal ini tentunya berlaku bagi mahasiswa rantau. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang berasal dari kota yang jaraknya dari kampus hanya sekitar 2-5 jam saja? Berdasarkan pengalaman saya, mahasiswa seperti ini lebih sering pulang ketika weekend dan tanpa disadari, teman-teman yang lain sering berkata:

Kamu pulang terus ya tiap minggu...mmm.
Ngapain sih pulang terus?
Weekend lalukan udah pulang, kok weekend ini pulang lagi?
Makanya jangan pulang terus, kan jadi gak tau.
Ya pantes sih gak ikut, kan kemaren kamu pulang.

Mereka yang selalu pulang tentu punya alasan selain jarak yang dekat. Mungkin mereka lelah dan stres dengan kehidupan di kampus. Berkumpul dengan keluarga adalah cara mereka untuk menghilangkan lelah dan stres tersebut. Mungkin orangtua mereka rindu dan membutuhkan mereka. Mungkin juga mereka pulang karena ingin membantu orangtua. Bisa jadi beberapa di antara mereka merupakan anak tunggal dan orangtua mereka selalu menunggu kehadiran anaknya. Tentu banyak alasan kenapa mereka sering pulang.

Menurut saya, tidak masalah mereka sering pulang asalkan tugas dan kewajiban mereka di kampus dilakukan dengan baik. Tugas kuliah/praktikum selesai, tugas kelompok selesai, amanah di organisasi/kepanitiaan dilaksanakan dengan baik, namun terkadang mereka yang sering pulang, lupa tanggung jawab.

Ketika di rumah, mereka lepas tanggung jawab di kampus. Inilah yang seharusnya tidak boleh dilakukan, meskipun teman-teman sudah di rumah, urusan di kampus jangan diabaikan begitu saja. Sebut saja mereka X. Ketika teman kelompok sibuk membahas di grup Line atau WhatsApp, si X tidak pernah respon dan biasanya ia hanya menjadi silent reader atau bahkan sama sekali tidak membaca chat di grup tersebut. Jika memang terjadi sesuatu, misalnya susah sinyal di rumah atau sedang ada musibah, berusahalah untuk memberi kabar kepada teman kelompok, organisasi/kepanitiaan.

Memang tidak semua mahasiswa yang sering pulang mengabaikan tanggung jawab di kampus. Masih banyak mahasiswa yang tetap peduli dengan urusan/amanahnya di kampus meskipun  sedang berada di rumah.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk melakukan dua hal. Pertama, mulai dari sekarang, berhenti mengucapkan kata-kata yang saya tulis pada alinea ketiga di atas. Jika memang ingin tahu alasan dia pulang, bertanyalah dengan baik dan sopan. Jangan sampai membuat teman kita tersinggung atau sedih karena kita tidak tahu urusan pribadi mereka. Kedua, bagi teman-teman yang sering pulang, sebaiknya selesaikan tugas dan tanggung jawab di kampus. Jangan biarkan teman kelompok, teman organisasi, teman kepanitiaan mendapatkan masalah karena kamu meninggalkan tanggung jawab dalam kelompok, organisasi atau kepanitiaan.



Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates