Sumber Gambar : Herta Widyaningsih
Pulang...satu
kata yang tak asing di telinga kita. Setiap orang punya tempat dan tujuan ke mana
mereka akan pulang. Pulang, momen yang selalu ditunggu oleh para perantau, baik
yang bekerja atau yang masih menuntut ilmu. Apalagi ketika perayaan hari besar
agama atau libur akhir tahun, pulang adalah sesuatu hal yang sangat
ditunggu-tunggu untuk bertemu dengan keluarga. Biasanya kita sebut sebagai
mudik. Oke, di sini saya tidak akan membahas mengenai mudik tetapi saya akan
membahas mengenai fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan mahasiswa.
Sibuk
atau tidaknya seorang mahasiswa, pulang adalah momen yang sangat ditunggu. Hal
ini tentunya berlaku bagi mahasiswa rantau. Lalu bagaimana dengan mahasiswa
yang berasal dari kota yang jaraknya dari kampus hanya sekitar 2-5 jam saja?
Berdasarkan pengalaman saya, mahasiswa seperti ini lebih sering pulang ketika weekend dan tanpa disadari, teman-teman yang lain sering berkata:
Kamu pulang
terus ya tiap minggu...mmm.
Ngapain sih
pulang terus?
Weekend lalukan udah
pulang, kok weekend ini pulang lagi?
Makanya jangan
pulang terus, kan jadi gak tau.
Ya pantes sih
gak ikut, kan kemaren kamu pulang.
Mereka
yang selalu pulang tentu punya alasan selain jarak yang dekat. Mungkin mereka
lelah dan stres dengan kehidupan di kampus. Berkumpul dengan keluarga adalah
cara mereka untuk menghilangkan lelah dan stres tersebut. Mungkin orangtua
mereka rindu dan membutuhkan mereka. Mungkin juga mereka pulang karena ingin
membantu orangtua. Bisa jadi beberapa di antara mereka merupakan anak tunggal
dan orangtua mereka selalu menunggu kehadiran anaknya. Tentu banyak alasan
kenapa mereka sering pulang.
Menurut
saya, tidak masalah mereka sering pulang asalkan tugas dan kewajiban mereka di
kampus dilakukan dengan baik. Tugas kuliah/praktikum selesai, tugas kelompok
selesai, amanah di organisasi/kepanitiaan dilaksanakan dengan baik, namun terkadang mereka yang sering pulang, lupa tanggung jawab.
Ketika
di rumah, mereka lepas tanggung jawab di kampus. Inilah yang seharusnya tidak
boleh dilakukan, meskipun teman-teman sudah di rumah, urusan di kampus jangan
diabaikan begitu saja. Sebut saja mereka X. Ketika teman kelompok sibuk
membahas di grup Line atau WhatsApp, si X tidak pernah respon dan
biasanya ia hanya menjadi silent reader atau
bahkan sama sekali tidak membaca chat
di grup tersebut. Jika memang terjadi sesuatu, misalnya susah sinyal di rumah
atau sedang ada musibah, berusahalah untuk memberi kabar kepada teman kelompok, organisasi/kepanitiaan.
Memang
tidak semua mahasiswa yang sering pulang mengabaikan tanggung jawab di kampus.
Masih banyak mahasiswa yang tetap peduli dengan urusan/amanahnya di kampus
meskipun sedang berada di rumah.
Melalui
tulisan ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk melakukan dua hal. Pertama,
mulai dari sekarang, berhenti mengucapkan kata-kata yang saya tulis pada alinea ketiga di atas. Jika
memang ingin tahu alasan dia pulang, bertanyalah dengan baik dan sopan. Jangan
sampai membuat teman kita tersinggung atau sedih karena kita tidak tahu urusan pribadi
mereka. Kedua, bagi teman-teman yang sering pulang, sebaiknya selesaikan tugas
dan tanggung jawab di kampus. Jangan biarkan teman kelompok, teman organisasi,
teman kepanitiaan mendapatkan masalah karena kamu meninggalkan tanggung jawab
dalam kelompok, organisasi atau kepanitiaan.


Posting Komentar