Opini Part 8 - Kapan Nikah????



Teman-teman mu udah banyak yang nikah, kamu kapan?
Umur mu udah 25 tahun loh, kapan nikah?
Wisuda udah, nikahnya kapan?
Kamu udah  kerja, kapan nikah
?

Saya yakin, sebagian pembaca yang sedang membaca tulisan ini, selalu mendapatkan pertanyaan-pertanyaan di atas. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang ‘sensitif’ bahkan sangat ‘sensitif’ bagi pria dan wanita dengan rentang umur 22 tahun hingga 30 tahun. Hal ini juga terjadi pada diri saya. Saat ini umur saya 22 tahun dan seorang mahasiswa tingkat akhir. Wisuda saja belum, tapi pertanyaan “kapan nikah?” selalu menghampiri saya dan semakin lama saya merasa bosan dengan pertanyaan tersebut dan tak bisa dipungkuri, terkadang saya kesal dengan orang-orang yang suka bertanya seperti itu.
Bagi saya, pernikahan bukanlah syuting sinetron yang kejar tayang. Bagi saya, pernikahan juga bukan sekedar menjadi pasangan halal dan bebas ‘bersentuhan’. Bagi saya, pernikahan bukan hanya untuk menghindari maksiat. Menurut saya, pernikahan merupakan salah satu keputusan terbesar dalam hidup dan harus dipersiapkan dengan matang.
Menikahlah jika kamu sudah ‘siap’. Siap secara mental, siap secara fisik, siap secara pemikiran, siap secara pengetahuan dan siap secara ekonomi.
Menikah tidak harus menunggu mapan tapi menikah butuh biaya dan menjalani hidup setelah pernikahan butuh ‘extra biaya’.
Menikah bukan hanya menyatukan dua insan dalam satu ikatan tapi menikah juga menyatukan pemikiran yang berbeda.
Menikah bukan hanya untuk menghindari maksiat tapi menikah adalah menunaikan kewajiban dan menyempurnakan ibadah.
Menikah tidak hanya sekedar hidup bersama tapi menikah adalah ‘ruang komitmen’ terbesar dalam hidup.


Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates