Sumber Gambar : www.bertuahpos.com
Editor : Herta Widyaningsih
Wah,
jika semua orang di Indonesia bahkan di dunia ini berpikiran seperti itu, hancurlah
modal sosial dalam kehidupan ini. Apabila modal sosial dalam kehidupan
bermasyarakat telah hancur, persatuan pun akan berubah menjadi perpecahan.
Apabila perpecahan telah terjadi, hidup aman, tentram dan damai hanya menjadi
angan semata.
Wanita
bercadar bukan teroris. Tidak ada wanita bercadar yang menjadi teroris, yang
ada hanya teroris yang menggunakan cadar. Islam bukanlah agama yang mengajarkan
umatnya untuk menjadi teroris. Tidak ada dalam kitab suci umat Islam yaitu
Al-Qur’an yang mengharuskan umatnya menjadi teroris dan membunuh orang lain. Memang
benar dalam Islam dikenal istilah “jihad” tapi jihad yang dimaksud bukanlah
jihad yang mengharuskan untuk menjadi teroris.
Saya
setuju dengan pernyataan Bapak Nazaruddin Umar selaku Imam Besar Masjid
Istiqlal, “Jihad itu sesungguhnya bukan untuk mematikan seseorang tapi untuk
menghidupkan seseorang”.
Saya
sangat tidak setuju jika ada stigma bahwa Islam adalah teroris. Saya teringat
perkataan teman saya, “Jika ada yang menganggap Islam adalah teroris, sama aja
ketika lu menganggap semua laki-laki tidak setia hanya karena lu pernah
disakiti atau diselingkuhi. Sangat tidak adil jika lu menganggap semua
laki-laki seperti itu. Sama halnya jika ada yang menganggap Islam adalah
teroris hanya karena kebetulan yang menjadi teroris itu beragama Islam”.
Apabila teroris-teroris tersebut beragama Islam, yang salah bukanlah agamanya
tapi yang salah adalah pemahaman orang tersebut.
Tidak
selalu istri teroris adalah wanita bercadar, artinya tidak selalu wanita
bercadar menjadi istri teroris. Saya sangat tidak setuju jika ada stigma bahwa
wanita bercadar selalu menjadi istri teroris. Jika ada yang masih beranggapan
seperti ini, lalu bagaimana dengan wanita yang mennggunakan baju kekurangan
bahan? Apakah semua wanita seperti itu selalu menjadi istri bandar narkoba?
Istri pemabuk? Tentu tidak, maka dari itu jangan beranggapan bahwa wanita
bercadar identik dengan istri teroris.
Wanita
bercadar bukan Islam radikal karena Islam bukan agama yang radikal dan tidak
ada Islam radikal. Islam adalah agama yang cinta damai. Islam adalah agama yang
menghormati pemeluk agama lain. Islam adalah agama yang penuh dengan kasih
sayang. Jika ada umat Islam yang memiliki pemikiran radikal, yang salah
bukanlah agamanya tapi yang salah adalah pemikiran orang tersebut.
Wanita
bercadar bukan Islam fanatik karena mentaati Islam bukanlah fanatik. Jika
seorang muslim atau muslimah yang mentaati Islam disebut Islam fanatik, lalu
bagaimana dengan pemeluk agama lain yang mentaati agamanya? Kristen protestan
fanatik? Katolik fanatik? Hindu fanatik? Budha fanatik? Konghucu fanatik?
Wanita
bercadar bukan ikut-ikutan budaya Arab. Jika ada stigma bahwa wanita bercadar ikut-ikutan
budaya Arab dan lebih baik tinggal di Arab, lalu bagaimana dengan wanita yang menggunakan
baju kekurangan bahan? Ikut-ikutan budaya Barat? Lebih baik tinggal saja di negara
Barat (Eropa dan Amerika)?
Bercadar
bukanlah budaya Arab tapi bercadar adalah salah satu syariat Islam untuk
menutup aurat. Lalu kenapa banyak wanita Islam (muslimah) yang tidak bercadar? Memakai
cadar dalam Islam hukumnya sunnah, maka dari itu ada muslimah yang menggunakan
cadar dan ada yang tidak menggunakan cadar, namun dalam Islam menggunakan
jilbab hukumnya wajib.
Saya
setuju dengan pernyataan Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti, “Wanita
menutup aurat dengan jilbab ataupun bercadar itu adalah pilihan berdasarkan
keyakinan masing-masing. Jadi jangan kalian cap mereka dengan label tidak baik.
Menutup aurat adalah kewajiban yang diajarkan nabi. Laki-laki yang berjenggot
adalah Sunnah Rasul. Jangan kalian label mereka dengan hal-hal yang tidak baik.
Laki-laki bercelana di atas mata kaki, bukanlah identik dengan kaum radikal. Banyak
pelaku kejahatan bersembunyi di balik pakaian bagus, di balik batik, di balik
jas, di balik seragam, di balik perilaku manis”.


Waaa, barakallahu Kaa Herta Mantap betull kaa tulisannya 👍👍👍
BalasHapusHehe...makasih nanar ^_^
Hapus