Opini Part 1 - Fenomena Trotoar Beralih Fungsi


            Trotoar merupakan salah satu sarana yang seharusnya nyaman digunakan oleh para pejalan kaki. Namun coba bayangkan jika trotoar tidak bisa diakses oleh para pejalan kaki karena telah beralih fungsi. Beberapa trotoar yang pernah saya lewati di beberapa kota di Indonesia, pada umumnya trotoar-trotoar tersebut tidak sepenuhnya dapat diakses oleh pejalan kaki. Trotoar yang seharusnya tempat yang aman bagi pejalan kaki ketika berjalan di jalan raya, namun telah berganti menjadi jalan pintas bagi pengendara sepeda motor ketika macet. Tidak hanya itu, trotoar yang pernah saya lewati juga dijadikan tempat untuk berjualan oleh para pedagang kaki lima. Trotoar juga sering digunakan sebagai tempat parker baik itu sepeda motor maupun mobil (jika trotoar tersebut lumayan luas).
Penggunaan trotoar yang telah beralih fungsi seakan telah menjadi fenomena setiap tahun. Tidak ada penyelesaian untuk mengatasi hal ini, yang ada hanya bertambahnya masalah yang baru. Bulan April yang lalu, publik dihebohkan oleh video seorang anak laki-laki yang berani menentang seorang pengendara sepeda motor yang melintasi trotoar karena ingin keluar dari kemacetan. Setelah video tersebut beredar luas, beberapa statsiun televisi terus memberitakan aksi berani anak tersebut dan kehidupan sehari-harinya. Saya merupakan salah seorang yang selalu mengikuti pemberitaan tersebut. Aksi ini telah lama dilakukan oleh anak laki-laki tersebut. Ini bermula ketika dia pernah diserempet motor saat berjalan di trotoar. Saya kagum dan bangga terhadap aksi anak yang bernama Daffa tersebut. Daffa menjadi angin segar saat banyaknya kasus kriminal dan hal yang tidak senonoh lainnya yang dilakukan oleh anak di bawah umur.
Sebenarnya setiap individu telah mengetahui fungsi dari trotoar dan tidak perlu dijelaskan lagi. Namun yang diperlukan adalah kesadaran dari dalam diri sendiri bahwa trotoar adalah fasilitas yang hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki, bukan jalur untuk sepeda motor, parkiran atau bahkan berjualan. Setelah mencuaknya aksi Daffa sang bocah pemberani dan setelah membaca tulisan ini, marilah kita mentaati tata tertib. Bagi yang pernah menyalahgunakan fungsi trotoar agar memperbaiki sikap dan tidak pernah mengulanginya. Adapun untuk yang belum pernah melakukan kesalahan tersebut, jangan pernah sekali-kali melakukannya. Jadilah individu yang bijak dan masyarakat yang cerdas.

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates