Trotoar merupakan salah satu sarana
yang seharusnya nyaman digunakan oleh para pejalan kaki. Namun coba bayangkan
jika trotoar tidak bisa diakses oleh para pejalan kaki karena telah beralih
fungsi. Beberapa trotoar yang pernah saya lewati di beberapa kota di Indonesia,
pada umumnya trotoar-trotoar tersebut tidak sepenuhnya dapat diakses oleh
pejalan kaki. Trotoar yang seharusnya tempat yang aman bagi pejalan kaki ketika
berjalan di jalan raya, namun telah berganti menjadi jalan pintas bagi
pengendara sepeda motor ketika macet. Tidak hanya itu, trotoar yang pernah saya
lewati juga dijadikan tempat untuk berjualan oleh para pedagang kaki lima. Trotoar
juga sering digunakan sebagai tempat parker baik itu sepeda motor maupun mobil
(jika trotoar tersebut lumayan luas).
Penggunaan
trotoar yang telah beralih fungsi seakan telah menjadi fenomena setiap tahun.
Tidak ada penyelesaian untuk mengatasi hal ini, yang ada hanya bertambahnya
masalah yang baru. Bulan April yang lalu, publik dihebohkan oleh video seorang anak
laki-laki yang berani menentang seorang pengendara sepeda motor yang melintasi
trotoar karena ingin keluar dari kemacetan. Setelah video tersebut beredar luas,
beberapa statsiun televisi terus memberitakan aksi berani anak tersebut dan
kehidupan sehari-harinya. Saya merupakan salah seorang yang selalu mengikuti
pemberitaan tersebut. Aksi ini telah lama dilakukan oleh anak laki-laki
tersebut. Ini bermula ketika dia pernah diserempet motor saat berjalan di
trotoar. Saya kagum dan bangga terhadap aksi anak yang bernama Daffa tersebut.
Daffa menjadi angin segar saat banyaknya kasus kriminal dan hal yang tidak
senonoh lainnya yang dilakukan oleh anak di bawah umur.
Sebenarnya
setiap individu telah mengetahui fungsi dari trotoar dan tidak perlu dijelaskan
lagi. Namun yang diperlukan adalah kesadaran dari dalam diri sendiri bahwa
trotoar adalah fasilitas yang hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki, bukan
jalur untuk sepeda motor, parkiran atau bahkan berjualan. Setelah mencuaknya
aksi Daffa sang bocah pemberani dan setelah membaca tulisan ini, marilah kita
mentaati tata tertib. Bagi yang pernah menyalahgunakan fungsi trotoar agar
memperbaiki sikap dan tidak pernah mengulanginya. Adapun untuk yang belum
pernah melakukan kesalahan tersebut, jangan pernah sekali-kali melakukannya.
Jadilah individu yang bijak dan masyarakat yang cerdas.


Posting Komentar